RajaKomen

Proses Demokrasi dan Reformasi di Rusak, Tanggung Jawab Siapakah?

12 Feb 2024  |  38x | Ditulis oleh : Writer
Proses Demokrasi dan Reformasi di Rusak, Tanggung Jawab Siapakah?

Reformasi dalam konteks demokrasi merujuk pada serangkaian upaya atau perubahan yang dilakukan untuk meningkatkan atau memperbaiki sistem demokrasi suatu negara. Reformasi demokrasi dapat mencakup berbagai aspek, termasuk lembaga-lembaga pemerintahan, proses pemilihan, hak asasi manusia, kebebasan pers, serta keterlibatan dan partisipasi masyarakat sipil. 

Tujuan dari reformasi dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi umumnya mencakup beberapa hal berikut: 

  1. Meningkatkan tata kelola yang baik: reformasi bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dalam pemerintahan, organisasi, atau institusi agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. 
  2. Meningkatkan keadilan dan kesetaraan: reformasi dapat ditujukan untuk mengatasi ketidakadilan sosial, ekonomi, atau politik dalam suatu masyarakat, sehingga semua warga dapat merasakan manfaat dari perubahan tersebut. 
  3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: reformasi ekonomi bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. 
  4. Memperbaiki sistem hukum dan keamanan: reformasi hukum bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap keadilan, memperkuat aturan hukum, dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. 
  5. Memperbaiki layanan publik: reformasi dalam sektor layanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi layanan seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. 

Di samping itu, misi dari reformasi adalah untuk melaksanakan langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Ini mungkin melibatkan pembentukan kebijakan baru, restrukturisasi lembaga, perubahan undang-undang, pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan, dan upaya-upaya lain untuk mengubah praktik-praktik yang sudah ada yang dinilai tidak efektif atau tidak adil. Misinya adalah untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan dan positif dalam sistem atau lembaga yang direformasi. 

Mari kita lihat tujuan reformasi dalam konteks demokrasi, yaitu adalah untuk memperkuat dan memperbaiki fungsi-fungsi inti demokrasi, seperti representasi yang adil, perlindungan hak-hak individu, akuntabilitas pemerintah, dan partisipasi aktif warga negara. Reformasi ini sering kali muncul sebagai respons terhadap kekurangan atau kelemahan yang teridentifikasi dalam sistem demokrasi yang ada. 

Beberapa bentuk reformasi dalam konteks demokrasi yang umum dilakukan meliputi: 

  1. Reformasi Institusional: melibatkan perubahan atau perbaikan pada lembaga-lembaga pemerintahan, termasuk parlemen, eksekutif, dan yudikatif, untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. 
  2. Reformasi Pemilihan: melibatkan perubahan dalam proses pemilihan, aturan kampanye, dan pemetaan distrik untuk memastikan representasi yang lebih adil dan mencegah potensi manipulasi pemilihan. 
  3. Reformasi Hak Asasi Manusia: memperkuat perlindungan hak asasi manusia, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan berserikat, hak privasi, dan hak-hak lainnya. 
  4. Reformasi Partai Politik: menyusun regulasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas partai politik, serta mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif. 
  5. Reformasi Media: memastikan kebebasan pers, memerangi disinformasi, dan meningkatkan kualitas liputan media untuk mendukung proses demokrasi. 
  6. Reformasi Pendidikan Politik: meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta melibatkan warga dalam proses pengambilan keputusan. 

Telah 25 tahun mengupayakan reformasi, mari kita telisik, apakah akhir-akhir ini, semua hal di atas terlaksana dengan baik? Tentunya masih lekat dalam ingatan bagaimana proses munculnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo dengan menunggangi MK secara nepotisme. 

Pasti masih ingat bagaimana praktik cawe-cawe Jokowi mendukung Gibran, juga  bagaimana langkah-langkah oknum yang berbaju pegawai pemerintah mencoba menyalip kampanye para paslon lainnya. Di sejumlah tempat, kampanye 01 dan 03 dijegal – sejumlah izin dibatalkan secara sepihak. Coba baca berita baru-baru ini tentang Aiman si reporter andal yang berusaha dipidanakan oleh sosok yang berkuasa, hal ini membuktikan kebebasan pers belum terlaksana dengan baik.  

Reformasi demokrasi adalah proses yang berkelanjutan, dan kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap negara. Tujuannya adalah memastikan bahwa sistem demokrasi dapat berfungsi dengan baik, memberikan keadilan, dan mewakili kepentingan seluruh warga negara. Jika banyak kekacauan dalam proses berdemokrasi yang terjadi akhir-akhir ini maka jelaslah siapa penanggung jawabnya, kalau bukan Jokowi! 

Baca Juga:
Cara Mengatasi Kulit Kering Agar Menjadi Glowing

Cara Mengatasi Kulit Kering Agar Menjadi Glowing

Tips      

17 Maret 2023 | 307


kulit yang sehat adalah dambaan setiap orang, dan kesehatan kulit salah satu yang paling mendapat perhatian. Pasalnya kulit adalah organ luar pada tubuh dan memiliki luasan yang paling ...

Masyarakat Bisa Peroleh Vaksin Nusantara, Ini Syarat dari Kemenkes

Masyarakat Bisa Peroleh Vaksin Nusantara, Ini Syarat dari Kemenkes

Kesehatan      

27 Agu 2021 | 477


Vaksin Nusantara semakin merebut perhatian publik. Terlebih ternyata sejumlah tokoh telah disuntik Vaksin Nusantara.Namun sayangnya, vaksin nusantara sendiri mendapat izin penggunaan oleh ...

Catat! 4 Kalimat Ampuh yang Bisa Mendamaikan Konflik Orang Tua dan Anak

Catat! 4 Kalimat Ampuh yang Bisa Mendamaikan Konflik Orang Tua dan Anak

Tips      

2 Jun 2021 | 402


Menjadi orang tua yang berpikiran positif tentu tidak mudah. Sebab membutuhkan proses belajar terus-menerus untuk menanggapi sang buah hati dengan cara yang tidak menekan atau intimidatif. ...

Penemu Pfizer Siapkan Vaksin Khusus Lawan Covid Varian Delta

Penemu Pfizer Siapkan Vaksin Khusus Lawan Covid Varian Delta

Mancanegara      

15 Agu 2021 | 432


Pasangan suami istri penemu vaksin Covid-19 metode mRNA Pfizer, Ozlem Tureci dan Ugur Sahin, sudah mempersiapkan vaksin terbaru yang lebih manjur untuk melawan varian Delta. Keduanya juga ...

Sudah Siapkah Kita Menyambut Ramadhan Tahun Ini

Sudah Siapkah Kita Menyambut Ramadhan Tahun Ini

Religi      

27 Jan 2022 | 384


Tak terasa ya bulan Ramadhan akan datang lagi, semoga kita semua sampai kepada bulan yang penuh rahmat dan ampunan itu yaa aamiiin. Lalu sudah siapkah kita menyambut Ramadhan tahun ini, ...

Ternyata Begini Cara Mudah Merebus Daging Agar Cepat Empuk dan Hemat Gas, Nggak Sampai 10 Menit!

Ternyata Begini Cara Mudah Merebus Daging Agar Cepat Empuk dan Hemat Gas, Nggak Sampai 10 Menit!

Tips      

12 Mei 2022 | 408


Daging menjadi salah satu bahan makanan yang cukup sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Maka tak heran kalau banyak orang yang menyimpan daging di rumah ya. Sehingga ...