MU

Proyek Food Estate Gagal Hanya Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan

1 Feb 2024  |  171x | Ditulis oleh : Editor
Proyek Food Estate Gagal Hanya Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan

Pemerintah Indonesia sejak 2023 telah mengumumkan proyek Food Estate senilai Rp 108.8 triliun dikelola oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, namun anggaran yang begitu besar menimbulkan kekhawatiran baru terkait dengan penggunaan uang rakyat yang belum tentu efektif dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Pada artikel ini, kita akan membahas faktor-faktor kegagalan Food Estate, tujuan sebenarnya dari proyek ini, serta dampak negatif terhadap lingkungan.

Faktor Kegagalan Food Estate

Anggaran proyek Food Estate sebesar Rp 108.8 triliun merupakan nominal yang sangat besar, dan kekhawatiran muncul terkait dengan efisiensi penggunaan dana tersebut. Belum adanya transparansi terkait dengan pengelolaan anggaran ini dapat menjadi salah satu faktor kegagalan proyek Food Estate. Pengalaman dari proyek-proyek besar sebelumnya menunjukkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi dapat menggerogoti anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan publik. Proyek yang sebelumnya untuk menanam singkong dalam rangka membuat mie dari singkong, ternyata hasilnya zonk. Saat ini malahan menanam jagung dengan polybag, untuk menutupi kegagalan tanam singkong. Kesalahan fatal yang paling penting yaitu tidak melibatkan petani setempat, semuanya dikirim dari Jakarta tanpa pengetahuan daerah setempat.

Dampak Lingkungan Akibat Adanya Food Estate

Namun, rencana pengambilan lahan yang luas untuk Food Estate telah menimbulkan kekhawatiran terkait dengan dampak lingkungan. Salah satu dampak yang paling nyata adalah kerusakan hutan akibat dari pengambilan pohon dalam jumlah besar. Hutan-hutan yang menjadi habitat satwa liar dan sumber keanekaragaman hayati pun terancam oleh rencana proyek ini. Pengambilan lahan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan juga dapat memperburuk masalah deforestasi dan perubahan iklim.

Implikasi Banjir Akibat Perusakan Hutan

Selain itu, pengrusakan hutan juga dapat memiliki implikasi langsung terhadap cuaca dan iklim. Dengan berkurangnya hutan-hutan yang berfungsi sebagai penyerap air, bencana banjir diprediksi akan semakin sering terjadi di wilayah-wilayah sekitar proyek Food Estate. Hal ini merupakan ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup masyarakat lokal dan juga dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar.

Dalam kesimpulannya, proyek Food Estate dengan anggaran sebesar Rp 108.8 triliun memiliki potensi untuk memperbaiki ketahanan pangan Indonesia. Namun, kekhawatiran terkait dengan efisiensi anggaran dan dampak lingkungan yang belum ditangani dengan baik menjadi titik perhatian utama. Uang rakyat dalam jumlah sebegitu besar seharusnya digunakan dengan transparan dan akuntabel, sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam implementasinya. Semoga dengan perhatian yang serius terhadap faktor-faktor kegagalan ini, proyek Food Estate dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia tanpa mengorbankan lingkungan dan kedaulatan pangan di masa depan.

Baca Juga:
Mengenal Aplikasi Trading Forex yang Aman dan Cocok untuk Pemula

Mengenal Aplikasi Trading Forex yang Aman dan Cocok untuk Pemula

Tips      

21 Jan 2022 | 424


Yuk kita mengenal aplikasi trading forex yang aman dan cocok untuk pemula itu yang bagaimana? Pengertian trading sendiri adalah jenis trading yang saat ini dikenal dan banyak diminati ...

Viral Anak Supir Ojol Kuliah Di Inggris, Kini Urus Vaksin 19 Di WHO

Viral Anak Supir Ojol Kuliah Di Inggris, Kini Urus Vaksin 19 Di WHO

Kampus      

21 Feb 2022 | 448


Kesuksesan adalah milik mereka para pekerja keras, terlepas dari apapun latar belakang keluarganya. Seperti Nisa Sri Wahyuni yang sukses mengenyam pendidikan epidemiologi di luar negeri ...

Menyoal Reuni 212, Pemprov DKI: Monas Belum Dibuka untuk Umum

Menyoal Reuni 212, Pemprov DKI: Monas Belum Dibuka untuk Umum

Nasional      

8 Nov 2021 | 542


Kepala UPT Monumen Nasional Pemprov DKI Jakarta Isa Sarnuri mengatakan, kawasan Monumen Nasional hingga saat ini masih belum dibuka untuk umum. Begitu juga untuk acara reuni 212 yang ...

Berikut Keutamaan Surat Al Kafirun Dilihat dari Isi dan Makna

Berikut Keutamaan Surat Al Kafirun Dilihat dari Isi dan Makna

Religi      

2 Apr 2020 | 867


Berikut Keutamaan Surat Al Kafirun Dilihat dari Isi dan Makna – Surat Al Kafirun adalah surat ke 109 dalam Al-Quran dan terdiri atas 6 ayat. Surat ini tergolong sebagai surat makkiyah ...

25 Tahun dalam Era Reformasi, Malah Dukung Paslon Hasil Nepotisme? Rugi Dong!

25 Tahun dalam Era Reformasi, Malah Dukung Paslon Hasil Nepotisme? Rugi Dong!

Nasional      

10 Feb 2024 | 52


Januari lalu, gugatan terhadap Presiden Joko Widodo dengan klasifikasi perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan ...

Kibarkan Bendera Putih, Luhut Minta Bantuan Internasional untuk Tangani COVID-19!

Kibarkan Bendera Putih, Luhut Minta Bantuan Internasional untuk Tangani COVID-19!

Nasional      

16 Jul 2021 | 524


Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah meminta bantuan internasional untuk menangani pandemi Corona Virus Desease 2019 ...