RajaKomen

Waduh, Gegara Utang, RI Masuk Daftar Negara Paling Berisiko ‘Remuk’

2 Sep 2021  |  1822x | Ditulis oleh : Editor
Waduh, Gegara Utang, RI Masuk Daftar Negara Paling Berisiko ‘Remuk’

Nomura Securities baru saja merilis analisa ekonomi terkini berjudul ‘The troubled ten in Emerging Market’ di tengah menguatnya isu tapering dari Amerika Serikat (AS). Sesuai judulnya, ada 10 negara berkembang yang dikategorikan bermasalah atau terancam mendapatkan tekanan paling parah ketika AS memulai tapering. Indonesia menjadi salah satunya.

Negara lainnya adalah Brasil, Kolombia, Chili, Peru, Hongaria, Rumania, Turki, Afrika Selatan dan Filipina.

Dalam ringkasan analisanya, Nomura mengakui bahwa fundamental ekonomi negara tersebut telah membaik dibandingkan 2013. Terlihat dari defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) lebih terkendali rendah dan cadangan devisa lebih besar.

Akan tetapi pandemi covid-19 telah menimbulkan masalah atau kerentanan baru di negara berkembang. Mulai dari pelemahan ekonomi, kenaikan inflasi, keterpurukan fiskal hingga suku bunga acuan negatif di beberapa negara yang sudah melewati batas pelonggaran kebijakan moneter.

Sementara negara maju seperti Amerika Serikat (AS) memberikan ancaman nyata, yaitu pengetatan kebijakan moneter seiring dengan ekonomi yang pulih lebih cepat. Di sisi lain, China sebagai mesin perdagangan dunia justru alami pelambatan ekonomi.

“Ini kombinasi yang mengerikan bagi negara berkembang. Semakin buruk dengan adanya kerentanan tersembunyi di dalam negara berkembang tersebut,” tulis Nomura seperti dikutip CNBC Indonesia.

Kerentanan tersebut paling utama disebabkan arus modal. Kondisi ini tidak dapat disepelekan. Meskipun banyak analisa lain menyebutkan, lebih rendahnya inflow dalam dua tahun terakhir menurunkan risiko terhadap pasar keuangan di setiap negara tersebut.

Ada dua alasan, pertama derasnya arus modal yang masuk itu sudah terjadi sejak 2014. Kedua, modal yang masuk sudah berkembang seiring kenaikan harga aset dan perubahan nilai tukar.

Selanjutnya utang. Brasil dan India menjadi daftar teratas dengan risiko utang tertinggi, di mana masing-masing rasionya sebesar 98,4% dan 86,6%. Sementara Indonesia dan Chili ada di daftar terbawah dengan masing-masing 41,4% dan 33,6%.

Peningkatan utang terjadi karena pelebaran defisit fiskal dalam pemenuhan kebutuhan belanja di tengah pandemi. Menurut Nomura, ketidakhati-hatian pemerintah dalam mengelola mampu mendorong permasalahan ke defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

“Kami tidak setuju dengan mereka yang percaya emerging market berada dalam posisi yang lebih tangguh dibanding taper tantrum 2013,” jelasnya.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Profil Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Menggali Lebih Dalam: Profil Gubernur Khofifah Indar Parawansa Provinsi Jawa Timur dalam Lintasan Politik

Tips      

9 Jun 2025 | 240


Profil Gubernur Khofifah Indar Parawansa Provinsi Jawa Timur merupakan sebuah kisah perjalanan yang menginspirasi dalam dunia politik dan pendidikan. Individu ini tidak hanya dikenal karena ...

Pesantren Al Masoem

SMP Islam dengan Sistem Sekolah Ramah Anak di Bandung

Pendidikan      

17 Mei 2024 | 1060


SMP Islam di Bandung semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki sistem sekolah ramah anak. Hal ini tak lepas dari upaya pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang ...

Tryout Online SD: Persiapan Optimal untuk Ujian IPA

Tryout Online SD: Persiapan Optimal untuk Ujian IPA

Pendidikan      

25 Jun 2025 | 295


Menghadapi ujian di sekolah dasar tidaklah mudah, terutama untuk pelajaran yang menuntut pemahaman mendalam seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan semakin ketatnya persaingan di dunia ...

Elektabilitas Anies Baswedan Makin Tak Terbendung, Pengamat Blak-blakan Penyebabnya: Masyarakat Percaya Anies!

Elektabilitas Anies Baswedan Makin Tak Terbendung, Pengamat Blak-blakan Penyebabnya: Masyarakat Percaya Anies!

Nasional      

5 Des 2022 | 1402


Bursa pencapresan Pilpres 2024 terus jadi perhatian. Mengenai hal ini, hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indikator (LSI) menyebut elektabilitas mantan Gubernur DKI ...

Hari Kebangkitan Nasional: Sejarah dan Makna yang Terkandung

Hari Kebangkitan Nasional: Sejarah dan Makna yang Terkandung

Nasional      

27 Jun 2024 | 786


Hari Kebangkitan Nasional adalah salah satu peristiwa bersejarah yang memiliki makna penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dirayakan setiap tanggal 20 Mei, hari ini menjadi momentum ...

 Tips Mengembangkan Ide untuk Soal Essay TOEFL iBT

Tips Mengembangkan Ide untuk Soal Essay TOEFL iBT

Tips      

26 Apr 2025 | 285


Persiapan untuk menghadapi ujian TOEFL iBT sangat penting, terutama jika Anda ingin mendapatkan skor yang memuaskan. Salah satu bagian yang seringkali menjadi tantangan adalah soal essay. ...