rajatv

Saat Membeli Bensin, Menggunakan Takaran Rupiah atau Liter?

5 Maret 2020  |  1825x | Ditulis oleh : Writer
Saat Membeli Bensin, Menggunakan Takaran Rupiah atau Liter?

cyberjawa.com - Anda termasuk yang mana? karena, pembeli bahan bakar minyak (BBM) memang memiliki perilaku yang berbeda, saat membeli BBM di SPBU. Ada yang berdasarkan dengan nominal, ada juga yang menggunakan jumlah liter bensin.

Memang, menggunakan nominal lebih mudah, dibandingkan dengan menggunakan liter karena harga perliter dari BBM, memiliki pecahan kecil. Sehingga, nominal yang dikeluarkan harus ganjil. Misalnya, bila Anda membeli bensin satu liter, dan harga bensin adalah Rp 7.350, maka Anda perlu menyiapkan uang receh agar transaksi bisa pas dan cepat. Atau, petugas perlu menyiapkan uang pas untuk kembaliannya. Bayangkan, bila kebiasaan ini yang berlaku umum, akan berpotensi mengakibatkan antrean umum yang panjang di SPBU setiap kali Anda hendak mengisi bensin. Karena, volume kendaraan saat ini, apalagi yang diperkotaan, sudah mulai meningkat dan banyak. Adapun bila menggunakan nominal, tentu akan mudah dan mempercepat transaksi. Misalnya, pembelian sebesar Rp 50ribu, atau Rp 100ribu. 

Meskipun begitu, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing kebiasaan ini.

Pembelian Berpatok Nominal

Pembelian BBM dengan cara ini, akan memudahkan dan mempercepat transaksi. Namun, pemilik kendaraan perlu untuk melihat proses saat pengisian sampai akhir, agar menjaga dan menghindari dari kecurangan. Setelahnya, Anda perlu meminta struk pembelian, karena jumlah liter yang disalurkan ke tangki kendaran Anda tidak bulat.

Pembelian berpatok Liter

Saat Anda menggunakan cara pembelian BBM dengan patokan liter, hal ini memang memudahkan anda untuk memantau pengisian BBM-nya. Kekurangan bagi pembelian dengan cara ini adalah dengan lamanya transaksi bila Anda menggunakan pembayaran konvensional, yakni dengan uang cash. Apalagi, bila Anda tidak menyiapka uang receh. Bila ingin tetap menggunakan cara ini, sebaiknya Anda menggunakan transaksi non tunai, semisal menggunakan kartu kredit, e-money, ataupun kartu kredit.

Nah, jadi, Anda termasuk yang terbiasa menggunakan yang mana, sobat? :)

Berita Terkait
Baca Juga:
Arah Baru SEO Modern dalam Ekosistem Digital yang Didominasi AI Search dan Conversational Intelligence

Arah Baru SEO Modern dalam Ekosistem Digital yang Didominasi AI Search dan Conversational Intelligence

Tips      

28 Mei 2026 | 96


Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah secara mendasar cara manusia mencari dan mengonsumsi informasi di internet. Jika pada masa awal SEO fokus utama ...

Pengaruh Kelompok Soal SMA terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Akademik

Pengaruh Kelompok Soal SMA terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Akademik

Pendidikan      

2 Jan 2026 | 256


Pengaruh kelompok soal SMA terhadap peningkatan pemahaman konsep akademik menjadi topik penting dalam pembelajaran berbasis latihan. Pemahaman konsep merupakan fondasi utama dalam ...

Efektivitas Tata Letak Ergonomis Dashboard Digital Honda HR-V terhadap Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh: Analisis Desain Dashboard Honda HR-V Dengan Layar Digital Modern

Efektivitas Tata Letak Ergonomis Dashboard Digital Honda HR-V terhadap Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh: Analisis Desain Dashboard Honda HR-V Dengan Layar Digital Modern

Tips      

23 Jun 2026 | 35


Dalam dunia otomotif modern, ergonomi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas pengalaman berkendara, terutama pada kendaraan SUV yang sering digunakan untuk perjalanan ...

Google

Apa yang Berubah dalam Pelaksanaan CPNS 2026? Simak Aturan dan Inovasi Terbarunya

Nasional      

12 Mei 2025 | 881


Pelaksanaan CPNS 2026 akan menjadi momentum penting bagi calon peserta yang ingin berkarir di pemerintahan Indonesia. Tahun ini, pemerintah memberikan beberapa perubahan aturan CPNS yang ...

Miris! Jokowi Sigap saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Miris! Jokowi Sigap saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Nasional      

20 Sep 2021 | 1234


Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Richo Andi Wibowo mengkritik sikap Presiden Joko Widodo yang lepas tangan atas polemik tes wawasan kepegawaian (TWK) pegawai Komisi ...

teknologi_pangan_s1_image

Biaya Pendidikan Kelas Reguler dan Non Reguler Per Semester Sekitar 5 Juta Untuk Jurusan Teknologi Pangan Kuliah Kelas Karyawan

Pendidikan      

6 Jan 2026 | 302


Dewasa ini, banyak praktisi industri mencari informasi mengenai program Teknologi Pangan S1 guna meningkatkan kualifikasi profesional mereka tanpa mengganggu jadwal kerja harian. Mengambil ...