cyberjawa.com – Penjualan mobil pada bulan Maret 2020, anjlok sampai dengan 22,4% dibandingkan bulan Februari 2020. Hal ini untuk penjualan mobil, khususnya penjualan mobil secara retail (dari dealer ke konsumen langsung). Tercatat, berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hanya 60.447 unit mobil yang terjual secara retail pada bulan Maret 2020. Padahal di Bulan sebelumnya, penjualan mencapai 77.847 unit.
Seperti yang diketahui sebelumnya, pada bulan maret 2020 ini di sejumlah wilayah sudah mulai diterapkan kampanye untuk menjaga jarak sosial, hal ini termasuk memindahkan pekerjaan dari kantor ke rumah, alias Work from Home (WFH). Setidaknya, pembatasan sosial tersebut cukup berpengaruh terhadap penjualan mobil.
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pun, perbedaannya lumayan jauh yang mencapai anjlok sampai 33,9%. Tahun 2019, Gaikindo mencatat penjualan di bulan Maret sampai 91.430 unit.
Kontribusi penjualan mobil sepanjang kuartal pertama 2020 (Januari-Maret) juga lebih sedikit ketimbang kuartal pertama 2019. Total selama tiga bulan pertama 2020, penjualan mobil secara retail hanya 219.361 unit. Angka itu turun 15,9% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 260.804 unit.
Gaikindo sudah mengoreksi target untuk penjualan di tahun 2020 dengan memprediksi bahwa terjadi penurunan sampai 40%. Sebelumnya, penjualan ditargetkan sampai 1,1juta unit, namun karena wabah covid-19 menyerang, target turun menjadi 600.000 unit di tahun ini. Hal ini berarti, penjualan mobil di tahun 2020 merupakan angka terendah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Jongkie D. Sugiarto, ketua I Gaikindo, memprediksi, bahwa pada bulan April sampai dengan Juni ataupun Juli, penjualan mobil akan anjlok drastis. Prediksinya, penjualan hanya menyentuh sampai angka 100.000 unit saja. Padahal, dalam kurun waktu normal, biasanya setiap bulan penjualan bisa sampai angka 80.000-90.000 unit.
