
Kemajuan teknologi semakin mempermudah kita untuk melakukan komunikasi. Melalui internet, kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang dari banyak negara. Selain itu, kita juga bisa mengakses berbagai informasi agar menambah pengetahuan. Apalagi dengan adanya smartphone seperti sekarang ini, kita semakin dipermudah saja.
Namun, dengan segala kemudahan yang ada, kebanyakan orang terlalu disibukkan dengan berbagai persoalan duniawi yang tidak bermanfaat. Yang pada akhirnya menimbulkan kebodohan beragama dan kelalaian akan ilmu akherat pada diri mereka.
Sesungguhnya, situasi seperti ini merupakan salah satu ciri akhir zaman. Ketika manusia terlalu sibuk dengan dunia dan melupakan menuntut ilmu akhirat. Padahal, Allah SWT telah memerintahkan Nabi-Nya untuk menuntut ilmu.
Allah SWT berfirman, “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’.” (QS. Thaha: 114). Rasulullah SAW pun selalu belajar dan mengajar orang lain.
Beliau juga mencela kebodohan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT murka kepada setiap ja’zhari (orang yang berwatak keras), jawwazh (banyak makan), Sakhab (suka berteriak-teriak) di pasar, yang menjadi bangkai pada malam hari, menjadi keledai pada siang hari, pintar dalam urusan dunia, namun bodoh dalam urusan akhirat.”
Beliau juga telah mewartakan, bahwa salah satu tanda Hari Kiamat adalah menyebarnya kebodohan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya, sebelum Hari Kiamat, akan ada hari-hari yang ketika ilmu diangkat dan kebodohan diturunkan.”
Dalam riwayat lain disebutkan, ”Sesungguhnya, sebelum Kiamat akan ada hari-hari yang pada saat itu ilmu diangkat dan kebodohan menyebar luas.”
Riwayat lain mengatakan, “Akan tiba satu masa bagi umat manusia, yang ketika itu orang tidak tahu apa itu shalat, apa itu puasa, dan apa itu zakat.”
Ada juga riwayat yang menyatakan, “Sesungguhnya, sebelum Hari Kiamat terjadi, kebodohan akan muncul.”
Jika kita amati keadaan masyarakat di sebagian besar negeri Islam saat ini, akan kita dapati bahwa mereka hanya mengetahui apa yang berhubungan dengan kehidupan dan kepentingan mereka semata.
Ada yang mengetahui bagaimana cara mengoperasikan komputer, telepon genggam, mobil, dan lain sebagainya. Namun, ketika mereka ditanya apa arti firman Allah “Allahushshamad”, apa arti ayat “Ghaasiqin idza wa qab”, kapan sujud sahwi dilakukan; setelah salam ataukah sebelum salam, niscaya kita jumpai mereka tak tahu apa-apa mengenai persoalan-persoalan agama seperti itu. Itulah kebodohan yang sudah menyebar.
Bagaimana memilih jurusan kuliah untuk sukses di bisnis online dan media digital?
8 Nov 2025 | 226
Mengapa memilih jurusan kuliah tepat begitu krusial di era digital? Calon mahasiswa kesulitan menentukan pilihan relevan di tengah perubahan teknologi dan pasar kerja pesat. Keputusan ini ...
Ma'soem University Kampus Swasta dengan Dukungan Teknologi Pendidikan Terdepan
4 Sep 2024 | 680
Ma'soem University telah menetapkan standar baru dalam pendidikan tinggi dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Kampus swasta ini dikenal tidak ...
Gunakan 5 Cara Ini Agar Ibadah Shalat Kamu Menjadi Baik & Lebih Khusyuk
15 Des 2020 | 1353
Dalam beribadah terutama Shalat bagi Umat Islam memang di wajibkan dengan cara yang baik dan khusuk, agar ibadah shalatnya tersebut bisa diterima dan menjadi pahala baginya. Tetapi di zaman ...
Boarding School Al Ma’soem: Lingkungan Asrama Islami, Nyaman, dan Bebas Bullying
11 Maret 2025 | 461
Di tengah arus perkembangan pendidikan yang semakin pesat, keberadaan pesantren modern di Bandung menjadi alternatif menarik bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi ...
Meningkatkan Persiapan UTBK dengan Tryout Online Kimia
17 Jun 2025 | 287
Dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa yang sedang mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi, tryout menjadi salah satu cara efektif untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka ...
Simulasi Uji Kompetensi Berbasis Digital sebagai Media Adaptif Pengukuran Kemampuan Profesional
23 Jan 2026 | 104
Simulasi uji kompetensi berbasis digital sebagai media adaptif memiliki peran strategis dalam mengukur kemampuan profesional secara objektif dan sistematis. Uji kompetensi tidak lagi ...