RajaKomen

Arab Saudi Telah Berubah Semakin Bebas, Bagaimana Dengan Mekah dan Madinah?

25 Feb 2022  |  740x | Ditulis oleh : Editor
Arab Saudi Telah Berubah Semakin Bebas, Bagaimana Dengan Mekah dan Madinah?

Arab Saudi mengalami transformasi besar menuju negara yang semakin bebas menyerap budaya dari luar. Pemerintah dua tahun belakangan mulai mengizinkan perayaan seperti Natal, Tahun Baru, Valentine, hingga Imlek. Perayaan-perayaan itu tampak semarak di sejumlah kota di Saudi tahun ini.

Pemerintah juga melakukan amendemen peraturan kesopanan di ruang publik yang tidak lagi ketat. Para pria kini boleh memakai celana pendek kecuali di masjid dan kantor pemerintah.

Pertanyaan pun muncul, bagaimana dengan status dua Kota Suci, Mekah dan Madinah, di tengah semangat keterbukaan Saudi terhadap budaya luar? Apakah Natal hingga Valentine juga boleh dirayakan di sana?

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi mencoba menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com terkait keterbukaan di negara itu saat jumpa pers di Kedubes Saudi, Kuningan Jakarta Selatan.

“Perayaan-perayaan tahun baru masehi dan lain sebagainya, itu dipastikan dirayakan di luar Kota Suci, Mekah dan Madinah,” tutur Syekh Essam.

Ia seraya menegaskan perubahan besar Saudi yang semakin terbuka tetap tak akan berlaku di dua kota yang disakralkan umat Islam seluruh dunia.

“Kedua Kota Suci ini akan tetap dijaga kesakralannya. Sebagai bentuk menjaga kesucian masjid di Mekah (Masijdil Haram) dan Madinah (Masjid Nabawi),” ia menambahkan.

Syekh Essam sebelumnya secara blak-blakan mengungkapkan alasan Saudi kini menjadi lebih terbuka, termasuk mengubah peraturan-peraturan yang dinilai terlalu konservatif.

“Pengaruh dari luar tidak dapat ditolak sama sekali. Itu sebuah keniscayaan karena Saudi merupakan bagian dari dunia yang terus mengalami perubahan karena pengaruh dari luar. Begitu pula Saudi,” kata Syekh Essam.

“Perayaan-perayaan tersebut adalah bagian dari budaya dunia. Saudi pun bagian dari dunia sehingga tidak bisa mencegah masuk karena sekarang informasi begitu mudah diterima oleh siapapun juga,” kata Syekh Essam. [cnn]  (hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Belajar Al Quran Mudah dan Cepat Di Aplikasi Quran Belajar

Belajar Al Quran Mudah dan Cepat Di Aplikasi Quran Belajar

Tips      

22 Apr 2022 | 561


Anak-anak sedari dini sebaiknya dikenalkan dengan Al-Quran, karena pembelajaran sejak kecil akan membuat hubungan emosional anak dengan al-quran akan menyatu. Sekarang ini banyak sekali ...

Rudy Gunawan

Penangkapan DPO Rudy Gunawan oleh Polda Metro Jaya, Sukses Menumpas Penipuan Berkedok Sekolah Bisnis

Nasional      

3 Agu 2023 | 2457


Polda Metro Jaya berhasil meraih kesuksesan dalam menangkap DPO RG yang telah melakukan penipuan berkedok sekolah bisnis. Penangkapan ini berdasarkan Laporan Kepolisian No ...

Yang Harus Diketahui saat Hamil di Usia Tua

Yang Harus Diketahui saat Hamil di Usia Tua

Kesehatan      

20 Agu 2022 | 528


Walaupun usia sudah melebihi angka 35, seorang wanita masih tetap punya kesempatan untuk hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Hamil di atas usia 35 tahun, entah itu kehamilan pertama, ...

Kecerdasan Imam Al Baqilani

Kecerdasan Imam Al Baqilani

Religi      

27 Sep 2021 | 618


Imam Abu Bakar Al Baqilani yang terkenal sebagai ahli debat pernah berjumpa dengan seorang pendeta Nasrani. Tiba-tiba pendeta tersebut berkata; “Kalian, kaum muslimin mengidap ...

Anies Baswedan akan Mencanangkan Program Satu Perekonomian

Anies Baswedan akan Mencanangkan Program Satu Perekonomian

Nasional      

7 Feb 2024 | 173


Pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki usia emas. Pada masa itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan salah satu dari lima kekuatan ekonomi dunia. Pada tahun tersebut, ...

Mengobati Jiwa dengan Al-Qur'an

Mengobati Jiwa dengan Al-Qur'an

Religi      

21 Apr 2022 | 524


Ibrahim bin al-Khawas berkata: “Obat hati itu ada lima; membaca Al-Quran dengan tadabur, kosongnya perut, qiyamul lail, munajat dengan penuh kerendahan di waktu sahur dan duduk ...