Al Masoem

Apakah Anda Termasuk Orang yang Berfikir dengan Hati?

11 Maret 2022  |  442x | Ditulis oleh : Editor
Apakah Anda Termasuk Orang yang Berfikir dengan Hati?

Tak usah mencari jauh-jauh di sekeliling kita dengan mudah kita bisa temui orang-orang yang berpikir dengan hati. Ya, dengan hati bukan dengan pikiran. Mereka adalah orang-orang yang merasa bahwa diri mereka yang sebenarnya memang berada di hati mereka, bukan apa yang mereka pikirkan.  

Mereka adalah orang-orang yang cenderung membuat keputusan dan bertindak berdasarkan apa yang mereka rasakan, bukan apa yang mereka pikir paling rasional.

Ciri utama orang yang berpikir dengan hati adalah mereka adalah orang-orang yang emosional secara alami. Penelitian bahkan menemukan bahwa mereka bahkan biasa membahas masalah yang kontroversial hingga memutuskan untuk terlibat dalam kegiatan donasi atau tidak berdasarkan apa yang mereka rasakan pas.

Berikut beberapa ciri lain orang yang ‘berpikir’ dengan hati, seperti disarikan dari Huffington Post :

1. Mudah emosional.
Bukan hanya mudah terbawa perasaan mereka adalah juga orang yang tak malu-malu menunjukkan apa yang mereka rasakan. Misalnya saja menangis. Mereka juga tak hanya mudah menangis dalam kondisi sedih atau terharu, tapi juga di tengah adu argumen, bahkan juga saat mendapatkan kejutan.  

2. Butuh waktu untuk membuat keputusan.
Jangan menuntut logika pada mereka. Tak peduli seberapa rasional sekalipun pilihannya, mereka mungkin tak akan mengambil pilihan itu jika mereka ‘merasa’ tidak sepakat dengan pilihan itu. Meski mereka juga tahu perasaan seringkali bisa menipu. Sebuah penelitian terhadap orang-orang tipe ini menunjukkan mereka membuat keputusan berdasarkan emosi mereka. Jadi selain mereka butuh waktu untuk membuat keputusan, mereka juga akan teguh pada keputusan mereka karena yakin hati mereka berkata demikian.

3. Sangat empatik secara ekstrem.
Jika Anda merasakan hari yang buruk? Penuh stres? Biasanya orang yang ‘berpikir’ dengan hati akan dengan mudah mengenali dan memahami perasaan Anda. Sebuah penelitian menyebutkan ada kemungkinan orang-orang sensitif seperti ini punya saraf yang mengatur empati lebih tebal di otak mereka.

4. Selalu mengatakan apa yang mereka rasakan.
Karena cara ini lah yang mereka pahami tentang bagaimana mengaitkan diri dengan orang lain. Berdasarkan penelitian, mereka orang-orang yang sangat suka menikmati keintiman dalma fungsi interpersonal, seperti mendiskusikan emosi lebih dari sekadar apa yang dipikirkan orang-orang.

5.Cenderung ekstrovert.
Penelitian membuktikan bahwa orang yang ‘berpikir’ dengan hati mengelompokkan diri mereka sebagai orang yang hangat dalam hubungan interpersonal. Merena memandang tinggi nilai kebersamaaan dalam kelompok sosial. Pola ini menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan orang yang mengandalkan otak yang cenderung punya kebanggaan luar biasa terhadap diri sendiri dan lebih mandiri dan merdeka.  

6. Mudah terserang stres.
Orang yang ‘berpikir’ dengan hati juga cenderung mudah merasakan emosi negatif. Dalam arti kesalahan kerja yang kecil atau sindiran halus bisa berdampak besar bagi mereka. Ini adalah sisi negatif pada diri mereka, terutama karena stres bagaimanapun buruk untuk kesehatan.

7. Mereka orang-orang yang sangat intuitif.
Entah bagaimana mereka orang yang dengan mudah menemukan ada sesuatu yang salah, bahkan meski orang-orang logis disekitarnya mengatakan semua akan baik-baik saja. Orang yang ‘berpikir’ dengan hati mengidentifikasikan diri sebagai orang yang perseptif, boleh jadi karena mereka sebenarnya orang yang sangat emosional.

8. Suka membuat orang lain senang.
Saat meneliti tentang dua pola perilaku, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang ‘berpikir’ dengan hati, adalah orang yang dengan mudah selalu setuju dnegan pendapat orang lain. Seringnya hal ini dilakukan untuk menyenangkan orang lain. Karenanya orang-orang seperti ini mungkin harus sering diingatkan
untuk lebih memperhatian diri merkea sendiri, tak melulu memenuhi kebutuhan orang lain.

9. Mereka bisa merasakan banyak hal dan bertindak berdasarkan perasaan itu.
Saat merasakan kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, orang-orang yang berpikir dengan hati, bisa merasakan semua itu sedalam-dalamnya tanpa mudah atau cepat teralihkan dengan hal lain. Ketika orang logis menganggap hasil pemikiran sebagai petunjuk bertindak, mereka lebih menggunakan perasaan sebagai kompas.
 

Berita Terkait
Baca Juga:
JakPro Belum Juga Memberikan Ganti Rugi Kepada Warga

JakPro Belum Juga Memberikan Ganti Rugi Kepada Warga

Nasional      

1 Des 2022 | 414


Kasus bermula saat H. Umar dkk sebagai pemilik tanah mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Jakarta Pusat. Hal ini lantaran Jakpro tak kunjung melaksanakan putusan Pengadilan Negeri ...

Hikmah yang Dapat Diambil Dari Beberapa Cerita Humor Abu Nawas

Hikmah yang Dapat Diambil Dari Beberapa Cerita Humor Abu Nawas

Film      

22 Mei 2020 | 6237


Membaca sebuah kisah memang sangat menyenangkan, apalagi jika isinya berkaitan dengan keIslaman. Selain bisa menambah tingkat keimanan juga dapat menggembirakan hati, salah satunya yakni ...

4 Hal yang Dapat Menerangi dan Menyelamatkan dari Siksa Kubur

4 Hal yang Dapat Menerangi dan Menyelamatkan dari Siksa Kubur

Religi      

20 Mei 2022 | 600


Setelah manusia meninggal dunia, tempat pertama yang akan dituju sebelum ke alam akhirat adalah alam kubur atau alam barzah. Di alam kubur ini manusia akan mulai mempertanggung jawabkan ...

Revolusi Digital: Membangun Bisnis Melalui Rekayasa Sistem Informasi yang Inovatif

Revolusi Digital: Membangun Bisnis Melalui Rekayasa Sistem Informasi yang Inovatif

Pendidikan      

3 Okt 2023 | 278


Kita berada di tengah revolusi digital yang telah mengubah cara kita berinteraksi, berkomunikasi, dan bahkan menjalankan bisnis. Dalam era ini, bisnis yang ingin bertahan dan berkembang ...

Kuliah Di UMA Menjadikan Pribadi yang Lebih Mandiri dan Inovatif

Kuliah Di UMA Menjadikan Pribadi yang Lebih Mandiri dan Inovatif

Kampus      

13 Jul 2021 | 645


Buat kamu yang masih bingung mau daftar ke perguruan tinggi mana? Disini saya merekomendasikan Universitas Terbaik di Sumatera Utara UMA. UMA adalah Universitas Medan Area dimana ...

Sudah Siapkah Kita Menyambut Ramadhan Tahun Ini

Sudah Siapkah Kita Menyambut Ramadhan Tahun Ini

Religi      

27 Jan 2022 | 455


Tak terasa ya bulan Ramadhan akan datang lagi, semoga kita semua sampai kepada bulan yang penuh rahmat dan ampunan itu yaa aamiiin. Lalu sudah siapkah kita menyambut Ramadhan tahun ini, ...