RajaKomen

3 Sumber Keburukan Manusia yang Disebutkan Dalam Al-Qur’an

19 Des 2021  |  603x | Ditulis oleh : Editor
3 Sumber Keburukan Manusia yang Disebutkan Dalam Al-Qur’an

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Tazkiyatun Nafs” menyatakan bahwa sumber keburukan manusia itu adalah kelalaian, hawa nafsu (syahwat), kezaliman dan kebodohan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan agar menjauhi orang lalai dan mengumbar hawa nafsu. Seperti disebutkan dalam firman-Nya:

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al Kahfi : 28).

Sifat lalai itu boleh jadi karena terlalu berorientasi kepada kehidupan dunia. Mungkin pula karena telah bertumpuknya perilaku maksiat dan hawa nafsu yang diperturutkan. Hawa nafsu pun tidak berdiri sendiri dalam melakukan keburukan kecuali disertai dengan kebodohan , sebab jika ia mengetahui bahwa sesuatu itu berbahaya dan berdosa untuk dilakukan, maka secara otomatis ia akan tetap menolak untuk mengerjakan hal tersebut.

Karena Allah telah menjadikan dalam jiwa kecintaan terhadap apa yang mendatangkan manfaat dan membenci sesuatu yang mendatangkan mudharat. Dan jika seseorang mengerjakan sesuatu yang berbahaya misalnya, maka hal itu disebabkan oleh kelemahan pikirannya.

Oleh karenanya, musibah terbesar adalah yang datang dari setan bukan hanya dari nafsu semata, karena setan membuat indah kejelekan dan menyuruhnya untuk melakukannya serta menyebutkan kebaikan-kebaikan yang terdapat padanya tetapi tidak menyebutkan madharatnya. Sebagaimana yang dilakukan iblis terhadap Adam dan Hawa.

Firman Allah Ta’ala :

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS Thaha : 120)

Dan ayat :

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

“Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.” (QS Thaha : 121)

Ada juga firman Allah :

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS Fathir : 8)

Kebodohan pun akan menyeret kepada perbuatan buruk . Ketiadaan ilmu akan membawa manusia kepada bahaya yang lebih besar. Allah Ta’ala mengingatkannya dalam firman-Nya :

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang untuk mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS A-A’raf : 199)

Dalam sebuah riwayat dari Qatadah ia berkata,”Para sahabat Rasulullah telah bersepakat bahwa setiapyang mendurhakai Rabbnya maka dia berada dalam kebodohan , baik sengaja maupun tidak. Dan setiap yang mendurhakai Allahh maka dia bodoh”.

Dari Mujahid dan Adh-Dhahhak keduanya berkata,”Bukanlah suatu kebodohan bahwa seseorang itu tidak mengetahui yang halal dan yang haram, akan tetapi kebodohan itu ketika melakukan apa yang diharamkan.” Ikrimah berkata,”Dunia semuanya adalah kebodohan,” Dari Hasan Basri, bahwa ia ditanya tentang kebodohan , Maka ia menjawab,”Mereka adalah kaum yang tidak mengetahui hak mereka dari kewaajiban mereka.” :Lalu dikatakan kepadanya,”Bagaimana pendapat Anda jika mereka telah mengetahuinya?’ Ia menjawab,”Hendaknya mereke keluar darinya.”

Kebodohan akan membawa kepada malapetaka. Orang bodoh itu bukan berarti mereka yang tidak bersekolah atau berpendidikan. Namun lebih kepada sikap yang mengabaikan pada kebenaran, mengumbar hawa nafsu, dan berangan-angan tanpa berusaha keras. Mereka tidak mempersiapkan masa depan pascakehidupan dunia dengan baik.

Boleh jadi pendidikannya hanya sekolah dasar, tetapi penuh dengan kebaikan dan kemuliaan. Atau bahkan tidak mengenyam bangku sekolah, tetapi mampu menebar manfaat , menjaga ibadah, dan mau belajar agama tiada henti. Mereka yang selalu mengingat kematian, mempersiapkan bekal sebaik mungkin dan terus menebar kebaikan.

Sementara itu, tetap saja akan dinilai sebagai orang bodoh walau mungkin saja gelarnya profesor, bilamana kesehariannya penuh dengan keangkuhan, lalai akan kebaikan dan tertutup hatinya dari kebenaran.

Jabatannya boleh jadi presiden, gubernur, menteri, bupati, wali kota, rektor, atau apa pun itu, tetapi akan tetap dinilai bodoh, bila jauh dari rasa peduli, terus berusaha mempertahankan jabatan dengan segala cara, abai kepada hak-hak bawahan, lalai dari beribadah, sombong dan riya ketika berbuat kebaikan, serta membuat kebijakan yang jauh dari rasa keadilan.

Ketika ketidakadilan dipertontonkan, keburukan hanya tinggal menunggu waktu untuk betebaran. Kezaliman akan melahirkan perlawanan, kebencian, kerusuhan, bahkan peperangan. Bersikap adillah kepada diri sendiri, keluarga, bawahan yang dipimpin, teman seperjuangan, juga siapa pun yang berinteraksi dengan kita. Bila merasa telah berbuat tidak adil, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala dan meminta maaf kepada mereka yang dizalimi.

Karena itu, masih ada saat untuk berbenah, memperbaiki diri , dan berusaha agar terhindar dari keburukan yang tidak hanya merugikan di dunia ini, tetapi lebih jauh lagi di akhirat nanti. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah, hanyalah taubat orang-orang yang berbuat keburukan karena kebodohan, kemudian mereka bertaubat dengan segera, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.” (QS Annisa: 17).

dan firman Allah Ta;ala :

وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلْ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-An’am : 54)

Berita Terkait
Baca Juga:
Inilah 3 Hal yang Membuat Dosa Zina Bakal Diampuni

Inilah 3 Hal yang Membuat Dosa Zina Bakal Diampuni

Religi      

25 Des 2021 | 474


KITA tahu bahwa dosa zina tergolong besar. Hanya saja, saat ini seakan melakukannya menjadi hal biasa. Banyak kita lihat, pelaku zina yang sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi, ...

Pilih Kulkas dengan Teknologi Canggih dan Desain Elegan: Kulkas Belleza Jumbo

Pilih Kulkas dengan Teknologi Canggih dan Desain Elegan: Kulkas Belleza Jumbo

Lifestyle      

21 Nov 2023 | 348


Di era kehidupan yang serba modern, kulkas bukan lagi sekedar perangkat rumah tangga, tetapi juga sebagai kawan setia dalam menjaga kesegaran makanan dan minuman. Kulkas saat ini telah ...

Pilihan Tepat Membangun Rumah dengan Jasa Arsitek dari Emporio Architect

Pilihan Tepat Membangun Rumah dengan Jasa Arsitek dari Emporio Architect

Tips      

8 Des 2021 | 1152


Saat ini banyak sekali rumah dijual, apartemen dijual dengan desain yang sangat menarik. Semua tentu saja dibangun dengan menggunakan jasa arsitek rumah sehingga dapat menghadirkan hunian ...

Setahun Jadi Wali Kota Harta Gibran Naik Rp 4 Miliar

Setahun Jadi Wali Kota Harta Gibran Naik Rp 4 Miliar

Nasional      

12 Feb 2022 | 509


Setahun menjabat Wali Kota Solo, harta Gibran Rakabuming Raka naik Rp4 miliar. Diketahui Gibran menjabat Wali Kota Solo, mulai 26 Februari 2021. Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan ...

Wah, Ternyata ini 10 Fakta Unik Dark Web, Sisi Gelap dari Internet

Wah, Ternyata ini 10 Fakta Unik Dark Web, Sisi Gelap dari Internet

Sains      

23 Apr 2020 | 567


Berbicara mengenai Internet, sejatinya masih banyak hal misterius yang belum diketahui. Apa yang sebenarnya kita gunakan setiap hari melalui internet, hal tersebut baru sebagian kecil saja. ...

Umat Islam Alami 5 Fase Sebelum Kiamat

Umat Islam Alami 5 Fase Sebelum Kiamat

Religi      

9 Jul 2021 | 748


Umat Islam akan mengalami 5 fase sebelum datangnya Hari Kiamat. Saat ini kita berada pada fase ke-empat yaitu Fase Mulkan Jabriyan, di mana umat Islam menghadapi situasi yang sulit, ...