Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id
Religi / Article

Kecerdasan Imam Al Baqilani

Editor
Editor
calendar_today Sep 27, 2021
schedule 5 tahun
9e42d09c28487bf6.jpg

Imam Abu Bakar Al Baqilani yang terkenal sebagai ahli debat pernah berjumpa dengan seorang pendeta Nasrani.

Tiba-tiba pendeta tersebut berkata; “Kalian, kaum muslimin mengidap penyakit fanatisme”

Imam Al Baqilani bertanya; “Apa maksud anda?”

Pendeta tersebut menjawab; “Kalian membolehkan pernikahan dengan wanita ahli kitab (Yahudi/Nasrani), namun kalian melarang kami menikahi anak-anak gadis kalian”.

Lalu imam Abu Bakar Al Baqilani menjawab: “Kami boleh menikahi wanita Yahudi karena kami beriman kepada Musa As dan kami diperbolehkan menikahi wanita Nasrani karena kami beriman dengan Isa As. Jika kalian mau beriman dengan Nabi Muhammad Saw, pasti kami nikahkan kalian dengan putri-putri kami”

Maka terbungkamlah mulut pendeta kafir tersebut.

Sebagai ulama terkemuka, Imam Abu Bakar Al Baqilani juga pernah diutus oleh penguasa Iraq untuk berdebat dengan orang-orang Nasrani di Kostantinopel pada tahun 371 H

Saat mendengar kedatangan Imam Abu Bakar Al Baqilani, penguasa Romawi memerintahkan para pembantunya untuk merendahkan tinggi pintu istana. Hal ini dilakukan agar Imam Abu Bakar Al Baqilani terpaksa membungkuk kan badan saat memasuki istana Romawi tersebut.

Tatkala Al Baqilani sampai di depan istana beliau mengetahui siasat licik tersebut, maka beliau membalikkan badan lalu berjalan sambil membungkuk dengan posisi membelakangi raja. Beliau menghadapkan pantatnya terlebih dahulu kepada sang raja daripada wajahnya.

Saat itulah, raja Romawi tahu siapa yang sedang dia hadapi?

Saat beliau memasuki ruangan istana itu, beliau mulai menanyakan kabar para pendeta tersebut dan keluarganya; “Bagaimana kabar kalian dan keluarga serta anak-anak kalian?”

Mendengar hal itu, maka murka-lah sang raja: “Bukankah anda tahu kalau pendeta-pendeta kami tidak menikah dan tidak memiliki anak?”

Lalu Abu Bakar berkata; “Allahu Akbar! Kalian mensucikan para pendeta kalian dari pernikahan dan keturunan lalu kalian menuduh Tuhan kalian menikah dan melahirkan Isa???”

Mendengar jawaban ini, sang raja makin murka lalu ia berkata: “Lalu bagaimana pendapat mu terkait Aisyah (tuduhan selingkuh yang pernah menimpa Aisyah Ra)?

Abu Bakar Al Baqilani menjawab: “Jika Aisyah Ra pernah dituduh berzina (oleh kaum munafik) maka Maryam pun pernah dituduh (oleh kaum Yahudi) padahal keduanya adalah wanita yang suci. Bedanya; Aisyah menikah dan tidak dikaruniai anak sedangkan Maryam tidak menikah tapi dikaruniai anak. Menurut kalian; siapa yang lebih layak dituduh (meskipun keduanya jelas-jelas wanita yang suci)?

Makin gila lah sang raja mendengar jawaban abu bakar rahimahullah tersebut.

Raja Romawi tersebut kembali bertanya; “Apakah Nabi kalian berperang?”
Abu bakar menjawab:”Iya”
Raja kembali bertanya: “Apakah ia menang?”
Abu bakar menjawab: “iya”

Sang raja bertanya kembali: “apakah Nabi kalian pernah kalah (perang)?”
Abu bakar menjawab: “iya”
Raja berkata: “Aneh, Nabi kok kalah perang!!!?”
Abu bakar menjawab; “Tahukah Anda, ada yang lebih aneh daripada itu; bagaimana bisa tuhan mati di tiang salib?”

Maka terbungkamlah mulut orang kafir tersebut!!
تاريخ بغداد (٣٧٩/٥)
للخطيب البغدادي
Referensi: Tarikh Baghdad (5/379) karya Al Khatib Al Baghdadi

Hikmah yang bisa dipetik:

(1). Dulu para ulama sibuk berdebat untuk meluruskan kesesatan orang kafir, sedangkan saat ini sebagian ulama sibuk memuji dan mencari titik-titik kompromi dengan orang kafir

(2). Agama ini harus dipikul oleh orang-orang yang cerdas agar wibawanya terjaga. Oleh sebab itu siapa saja diantara kita yang memiliki putra/putri yang cerdas, jangan semua diarahkan untuk jadi dokter atau arsitek. Harus ada yang disekolahkan agar menjadi ulama, penjaga akidah umat.

Wallahu a’lam..

Recommended For You

THR Anak Apakah Boleh Diambil Orang Tua Religi

THR Anak Apakah Boleh Diambil Orang Tua

Feb 08, 2023
Al-Qur’an Sudah Digital, Ibadah Jadi Ringan atau Justru Kita Makin Lalai? Religi

Al-Qur’an Sudah Digital, Ibadah Jadi Ringan atau Justru Kita Makin Lalai?

Jan 06, 2026
Ganjaran bagi Hamba yang Sabar Menghadapi Musibah Religi

Ganjaran bagi Hamba yang Sabar Menghadapi Musibah

Okt 03, 2021