Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id
Otomotif / Article

Saat Membeli Bensin, Menggunakan Takaran Rupiah atau Liter?

Editor
Editor
calendar_today Mar 05, 2020
schedule 7 tahun
61bb4e1517e6fbf6.jpg

cyberjawa.com – Anda termasuk yang mana? karena, pembeli bahan bakar minyak (BBM) memang memiliki perilaku yang berbeda, saat membeli BBM di SPBU. Ada yang berdasarkan dengan nominal, ada juga yang menggunakan jumlah liter bensin.

Memang, menggunakan nominal lebih mudah, dibandingkan dengan menggunakan liter karena harga perliter dari BBM, memiliki pecahan kecil. Sehingga, nominal yang dikeluarkan harus ganjil. Misalnya, bila Anda membeli bensin satu liter, dan harga bensin adalah Rp 7.350, maka Anda perlu menyiapkan uang receh agar transaksi bisa pas dan cepat. Atau, petugas perlu menyiapkan uang pas untuk kembaliannya. Bayangkan, bila kebiasaan ini yang berlaku umum, akan berpotensi mengakibatkan antrean umum yang panjang di SPBU setiap kali Anda hendak mengisi bensin. Karena, volume kendaraan saat ini, apalagi yang diperkotaan, sudah mulai meningkat dan banyak. Adapun bila menggunakan nominal, tentu akan mudah dan mempercepat transaksi. Misalnya, pembelian sebesar Rp 50ribu, atau Rp 100ribu. 

Meskipun begitu, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing kebiasaan ini.

Pembelian Berpatok Nominal

Pembelian BBM dengan cara ini, akan memudahkan dan mempercepat transaksi. Namun, pemilik kendaraan perlu untuk melihat proses saat pengisian sampai akhir, agar menjaga dan menghindari dari kecurangan. Setelahnya, Anda perlu meminta struk pembelian, karena jumlah liter yang disalurkan ke tangki kendaran Anda tidak bulat.

Pembelian berpatok Liter

Saat Anda menggunakan cara pembelian BBM dengan patokan liter, hal ini memang memudahkan anda untuk memantau pengisian BBM-nya. Kekurangan bagi pembelian dengan cara ini adalah dengan lamanya transaksi bila Anda menggunakan pembayaran konvensional, yakni dengan uang cash. Apalagi, bila Anda tidak menyiapka uang receh. Bila ingin tetap menggunakan cara ini, sebaiknya Anda menggunakan transaksi non tunai, semisal menggunakan kartu kredit, e-money, ataupun kartu kredit.

Nah, jadi, Anda termasuk yang terbiasa menggunakan yang mana, sobat? 🙂

Recommended For You

PSBB Diperpanjang, Jaga Aki Mobil Supaya tidak "Tekor" dengan Tips ini Otomotif

PSBB Diperpanjang, Jaga Aki Mobil Supaya tidak "Tekor" dengan Tips ini

Apr 25, 2020
Pastikan Aplikasi ini ada di Gawaimu Otomotif

Pastikan Aplikasi ini ada di Gawaimu

Mei 27, 2020
Tanda Sistem Pendingin MG S5 EV Bekerja Terlalu Keras dan Cara Memahaminya dengan Tepat Otomotif

Tanda Sistem Pendingin MG S5 EV Bekerja Terlalu Keras dan Cara Memahaminya dengan Tepat

Jun 18, 2026