Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id
Tips / Article

Catat! 4 Kalimat Ampuh yang Bisa Mendamaikan Konflik Orang Tua dan Anak

Editor
Editor
calendar_today Jun 02, 2021
schedule 5 tahun
F051b7c699ead32a.jpg

Menjadi orang tua yang berpikiran positif tentu tidak mudah. Sebab membutuhkan proses belajar terus-menerus untuk menanggapi sang buah hati dengan cara yang tidak menekan atau intimidatif. Penyebab tidak mudahnya lagi, anak-anak masih belum bisa mengontrol emosinya. Bahkan, apa yang diinginkan dan dibutuhkan belum bisa dipilah dalam waktu yang tepat.

Ketika orang tua memiliki banyak urusan, mulai dari pekerjaan hingga tugas yang berkaitan dengan domestik, belum lagi jika anak sedang banyak maunya. Ditambah relasi dengan pasangan yang perlu dijaga tetap hangat, maka di bawah ini rekomendasi kalimat ampuh mendamaikan konflik dengan anak yang dilansir dari voi.

“Setiap perasaan itu bisa diterima, tetapi enggak setiap kebiasaan boleh dilakukan”

Melansir Lifehack, Destini Ann membagi tips untuk Parents tentang menjadi orang tua yang berpikiran positif. Pertama, kalimat ini tidak membebani tetapi justru membuat buah hati berangsur-angsur memahami bahwa kebiasaan itu perlu dibentuk.

Seperti ketika anak marah dan merusak barang di rumah. Marah bisa diterima sebagai sebuah perasaan yang perlu didamaikan atau sebaliknya, Anda marah pada anak. Tetapi kebiasaan merusak tidak baik dilakukan sebab bukan menyelesaikan masalah tetapi justru memicu persoalan baru.

“Hormati kata ‘jangan’”

Aturan yang diberlakukan di rumah tak jarang tidak ditepati. Misalnya, anak bermain permainan yang membahayakan dirinya. Kalimat kedua ini perlu diberi penjelasan lebih lanjut pada sang buah hati.

Sebab memberikan alasan secara logis dan diberi contoh akan lebih mudah dijalani daripada anak diperintah secara otoriter.

“Apakah kemauanmu tidak bisa ditunda?”

Kalimat ketiga ini mengandung prinsip sebab-akibat. Apabila anak minta untuk bermain di taman, artinya jam bermain di rumah akan lebih pedek. Lebih jauh lagi, ia tetap perlu menjalani kesepakatan sebelumnya bahwa tidur malam tepat pada waktunya.

Prinsip ini perlu diketahui anak agar ia tidak tantrum belakangan atau protes ketika waktunya tidur.

“Apakah Mama/Papa boleh memberi masukan?”

Keterbukaan dan saling bertukar pikiran perlu dibiasakan pada anak. Ketika ia bercerita tentang lupa membuat tugas, mendapatkan nilai tidak bagus atau bertengkar dengan temannya di sekolah maka Parents dapat memberi masukan tanpa paksaan bahkan memarahinya.

Apabila anak mau mendengarkan masukan Parents sejak pertama bertukar pikiran, maka ia akan terbiasa berpikiran terbuka. Kalimat terakhir ini juga menguatkan ikatan emosional, sebab berkata jujur dan menerima saran tanpa tekanan akan membuat anak lebih mudah belajar memperbaiki kesalahan.

Recommended For You

Promosi Jasa Audit Via Sosmed: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Visibilitas Tips

Promosi Jasa Audit Via Sosmed: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Visibilitas

Jun 21, 2025
Hosting Premium Harus Beda Tips

Hosting Premium Harus Beda

Des 05, 2020
Meningkatkan Engagement Bisnis Anda dengan Jasa Social Media Management yang Mengikuti Tren Konten Media Sosial Terbaru di Rajakomen.com Tips

Meningkatkan Engagement Bisnis Anda dengan Jasa Social Media Management yang Mengikuti Tren Konten Media Sosial Terbaru di Rajakomen.com

Mei 19, 2025